Category Archives: Mencari pinjaman dan melunasi hutang

Orang yang minta perlindungan dari hutang

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu’aib dari Az Zuhriy. Dan diriwayatkan pula, telah menceritakan kepada kami Isma’il berkata, telah menceritakan kepadaku saudaraku dari Sulaiman dari Muhammad bin Abi ‘Atiq dari Ibnu Syihab dari ‘Urwah bahwa ‘Aisyah radliallahu ‘anha mengabarkan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdo’a dalam shalat: “Allahumma innii a’uudzu bika minal ma’tsami wal maghram” (Ya Allah aku berlindung kepadamu dari berbuat dosa dan terlilit hutang). Lalu ada seseorang yang bertanya: “Mengapa anda banyak meminta perlindungan dari hutang, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Sesungguhnya seseorang apabila sedang berhutang ketika dia berbicara biasanya berdusta dan bila berjanji sering menyelisihinya”. 

Sanad 1 : Aisyah binti Abi Bakar Ash Shiddiq -> Urwah bin Az Zubair bin Al ‘Awwam bin Khuwailid bin Asad bin ‘Abdul ‘Izzi bin Qu -> Muhammad bin Muslim bin ‘Ubaidillah bin ‘Abdullah bin Syihab -> Syu’aib bin Abi Hamzah Dinar -> Al Hakam bin Nafi’

Sanad 2 : Aisyah binti Abi Bakar Ash Shiddiq -> Urwah bin Az Zubair bin Al ‘Awwam bin Khuwailid bin Asad bin ‘Abdul ‘Izzi bin Qu -> Muhammad bin Muslim bin ‘Ubaidillah bin ‘Abdullah bin Syihab -> Muhammad bin ‘Abdullah bin Abi ‘Atiq Muhammad -> Sulaiman bin Bilal -> Abdul Hamid bin ‘Abdullah bin ‘Abdullah bin Uwais -> Isma’il bin ‘Abdullah bin ‘Abdullah bin Uwais

Apabila mengira-ngira dalam membayar hutang, kurma dengan kurma atau yang lainnya

Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Al Mundzir telah menceritakan kepada kami Anas dari Hisyam dari Wahb bin Kaisan dari Jabir bin ‘Abdullah radliallahu ‘anhuma bahwa dia mengabarkan kepadanya bahwa bapaknya wafat dan meninggalkan hutang sebanyak tiga puluh wasaq kepada orang Yahudi kemudian Jabir meminta penangguhan pelunasannya namun orang Yahudi itu menolaknya lalu Jabir menceritakannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam agar membantuya dalam permasalahannya dengan orang itu. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi dan berbicara dengan orang Yahudi tersebut agar bersedia menerima kebun kurma Jabir sebagai pelunasan hutang bapaknya namun orang Yahudi tersebut tetap tidak mau. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi pohon korma milik Jabir lalu mengelilinginya kemudian berkata kepada Jabir: Bersungguh-sungguhlah kamu untuk membayar hutang dengan buah yang ada pada pohon kurma ini”. Maka Jabir menandainya setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pergi lalu dia melunasi hutang sebanyak tiga puluh wasaq dan masih tersisa sebanyak tujuh belas wasaq kemudian Jabir datang menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mengabarkan apa yang terjadi namun didapatinya Beliau sedang melaksanakan shalat ‘Ashar. Ketika sudah selesai, Jabir mengabarkan kepada Beliau tentang sisa buah kurma tersebut. Maka Beliau bersabda: “Kabarkanlah hal ini kepada ‘Umar bin Al Khaththob”. Maka Jabir pergi menemui ‘Umar lalu mengabarkannya, maka ‘Umar berkata: “Sungguh aku sudah mengetahui ketika Beliau mengelilingi pohon kurma tersebut untuk memberkahinya”. 

Sanad 1 : Jabir bin ‘Abdullah bin ‘Amru bin Haram -> Wahab bin Kaisan -> Hisyam bin ‘Urwah bin Az Zubair bin Al ‘Awwam -> Anas bin ‘Iyadl boin Dlamrah -> Ibrahim bin Al Mundzir bin ‘Abdullah

Kurang dalam membayar hutang, atau minta kehalalannya maka itu boleh

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdan telah mengabarkan kepada kami ‘Abdullah telah mengabarkan kepada kami Yunus dari Az Zuhriy berkata, telah menceritakan kepadaku Ibnu Kaab bin Malik bahwa Jabir bin ‘Abdullah radliallahu ‘anhuma mengabarkan kepadanya bahwa bapaknya terbunuh dalam perang Uhud sebagai syahid sementara dia meninggalkan hutang, lalu para pemilik piutang mendesak agar hak-hak mereka ditunaikan, maka aku datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, Beliau meminta agar para pemilik piutang mau menerima kebunku sebagai pembayaran dan pelunasan hutang bapakku namun mereka menolaknya sehingga Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Tunggu sampai besok”. Akhirnya besok paginya Beliau mengelilingi pohon-pohon kurma lalu berdoa minta keberkahan pada buah-buahannya. Maka aku dapatkan buah-buha kurma itu tumbuh banyak lalu aku berikan untuk membayar hutang kepada mereka dan buahnya masih tersisa untuk kami.” 

Sanad 1 : Jabir bin ‘Abdullah bin ‘Amru bin Haram -> Abdur Rahman bin Ka’ab bin Malik -> Muhammad bin Muslim bin ‘Ubaidillah bin ‘Abdullah bin Syihab -> Yunus bin Yazid bin Abi An Najjad -> Abdullah bin Al Mubarak bin Wadlih -> Abdullah bin ‘Utsman bin Jablah bin Abi Rawwad

Baik dalam pembayaran

Telah menceritakan kepada kami Khallad bin Yahya telah menceritakan kepada kami Mis’ar telah menceritakan kepada kami Muharib bin Ditsar dari Jabir bin ‘Abdullah radliallahu ‘anhuma berkata: “Aku menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam saat Beliau berada di masjid”. Mis’ar berkata: “Aku menduga dia berkata,, “saat waktu dhuha”. Berkata, Jabir bin ‘Abdullah: “Beliau mengerjakan shalat dua raka’at”. Ketika itu Beliau mempunyai hutang kepadaku. Maka Beliau membayarnya dan memberi tambahan kepadaku”.  

Sanad 1 : Jabir bin ‘Abdullah bin ‘Amru bin Haram -> Muharib bin Ditsar -> Mis’ar bin Kidam bin Zhuhair -> Khallad bin Yahya bin Shafwan

Baik dalam pembayaran

Telah menceritakan kepada kami Abu Nu’aim dari Sufyan dari Salamah dari Abu Salamah dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; Ada seorang laki-laki pernah dijanjikan seekor anak unta oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu orang itu datang kepada Beliau untuk menagihnya. Maka Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Berikanlah”. Maka orang-orang mencari anak unta namun mereka tidak mendapatkannya kecuali anak unta yang lebih tua umurnya, maka Beliau bersabda: “Berikanlah kepadanya”. Orang itu berkata: “Anda telah memberikannya kepadaku semoga Allah membalas anda”. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya yang terbaik diantara kalian adalah siapa yang paling baik menunaikan janji”.  

Sanad 1 : Abdur Rahman bin Shakhr -> Abdullah bin ‘Abdur Rahman bin ‘Auf -> Salamah bin Kuhail bin Hushain -> Sufyan bin Sa’id bin Masruq -> Al Fadlol bin Dukain bin Hammad bin Zuhair