Firman Allah “Dan doakanlah mereka.”

Telah menceritakan kepada kami Muslim telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari ‘Amru yaitu Ibnu Murrah saya mendengar Ibnu Abu Aufa radliallahu ‘anhuma; “Apabila seseorang memberikan sedekah kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau akan berdo’a: ‘ALLAHUMMA SHALLI ‘ALAA AALI FULAN (Ya Allah, berikanlah kesejahteraan kepada keluarga fulan).’ Tidak lama kemudian, ayahku memberikan (sedekah) kepada beliau, lalu beliau bersabda: ‘ALLAHUMMA SHALLI ‘ALAA AALI ABI AUFA (Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan kepada keluarga Abu Aufa) ‘.” 

Sanad 1 : Abdullah bin Abi Awfaa ‘Alqamah bin Khalid -> Amru bin Murrah bin ‘Abdullah bin Thariq -> Syu’bah bin Al Hajjaj bin Al Warad -> Muslim bin Ibrahim

Takbir dan tasbih ketika kagum

Telah menceritakan kepada kami Abu Al Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu’aib dari Az Zuhri telah menceritakan kepadaku Hindun binti Al Harits bahwa Ummu Salamah radliallahu ‘anha berkata; “Tiba-tiba Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam terbangun, lalu beliau mengucapkan: “Subhanallah, perbendaharaan apa lagi yang Allah turunkan? Dan fitnah apa lagi yang Allah turunkan? Siapa yang mau membangunkan penghuni kamar-kamar -maksudnya isterinya- untuk menegakkan shalat? Betapa banyak orang berpakaian di dunia namun di akherat telanjang.” Ibnu Abu Tsaur berkata; dari Ibnu Abbas dari Umar dia berkata; saya bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam; “Apakah anda mentalak isteri anda?” beliau menjawab: “Tidak.” Maka saya berkata; “Allahu Akbar.” 

Sanad 1 : Hind binti Abi Umayyah bin Al Mughirah -> Hind binti Al Harits -> Muhammad bin Muslim bin ‘Ubaidillah bin ‘Abdullah bin Syihab -> Syu’aib bin Abi Hamzah Dinar -> Al Hakam bin Nafi’

Penjelasan tentang firman Allah “Dan Dialah yang mengirimkan angin yang terpencar sebelum kedatangan rahmat-Nya..”

Telah bercerita kepada kami Makkiy bin Ibrahim telah bercerita kepada kami Ibnu Juraij dari ‘Atha’ dari ‘Aisyah radliallahu ‘anhuma berkata; “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apabila melihat awan mendung di langit, Beliau memandangnya lalu membelakanginya, mondar-mandir antara keluar-masuk rumah dengan wajah yang berubah. Kemudian ‘Aisyah minta penjelasan hal itu, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Aku tidak tahu pasti barangkali kejadiannya bisa seperti kaum yang berkata (sebagaimana firman Allah dalam QS al-Ahqaf ayat 24) yang artinya: “Maka tatkala mereka melihat adzab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka.  

Sanad 1 : Aisyah binti Abi Bakar Ash Shiddiq -> Atha’ bin Abi Rabbah Aslam -> Abdul Malik bin ‘Abdul ‘Aziz bin Juraij -> Makkiy bin Ibrahim bin Basyir bin Farqad

Bubur

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Munir Ia mendengar Abu Hatim Al Asyhal bin Hatim Telah menceritakan kepada kami Ibnu ‘Aun dari Tsumamah bin Anas dari Anas Radliayallahu ‘Anhu, ia berkata; Suatu ketika aku bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menemui seorang anak kecil yang memiliki penjahit. Kemudian sang penjahit itu menyuguhkan pada beliau hidangan yang berisikan bubur, lalu kembali meneruskan pekerjaannya. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mencari-cari labunya dan mengunyahnya, maka aku pun ikut mengambil dan meletakkannya di depan beliau. Sejak itulah, aku menyukai labu. 

Sanad 1 : Anas bin Malik bin An Nadlir bin Dlamdlom bin Zaid bin Haram -> Tsumamah bin ‘Abdullah bin Anas bin Malik -> Abdullah bin ‘Aun bin Arthaban -> Asyhal bin Hatim -> Abdullah bin Munir

Jika menjenguk orang sakit kemudian datang waktu shalat, maka si sakit shalat bersama mereka secara jamaah

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Yahya telah menceritakan kepada kami Hisyam dia berkata; telah mengabarkan kepadaku Ayahku dari Aisyah radliallahu ‘anha bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah dijenguk oleh beberapa orang ketika beliau sakit, kemudian beliau mengerjakan shalat sambil duduk, maka orang-orang pun ikut mengerjakan shalat sambil berdiri, lalu beliau memberi isyarat supaya mereka juga duduk, seusai shalat beliau bersabda: “Sesungguhnya dijadikannya Imam itu untuk diikuti, apabila dia ruku’ maka kalian juga harus ruku’, apabila dia mengangkat kepala maka kalian juga harus mengangkat kepala, apabila dia shalat sambil duduk maka kalian harus shalat sambil duduk.” Abu Abdullah berkata; Al Humaidi berkata; hadits ini hukumnya mansukh (terhapus), karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di akhir hayatnya selalu mengerjakan shalat sambil duduk, sementara orang-orang yang di belakang beliau shalat sambil berdiri.” 

Sanad 1 : Aisyah binti Abi Bakar Ash Shiddiq -> Urwah bin Az Zubair bin Al ‘Awwam bin Khuwailid bin Asad bin ‘Abdul ‘Izzi bin Qu -> Hisyam bin ‘Urwah bin Az Zubair bin Al ‘Awwam -> Yahya bin Sa’id bin Farrukh -> Muhammad bin Al Mutsannaa bin ‘Ubaid