Tentang Sujud Tilawah serta Sunnah-Sunnahnya

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar berkata, telah menceritakan kepada kami Ghundar berkata, telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abu Ishaq berkata; aku mendengar Al Aswad dari ‘Abdullah radliallahu ‘anhu berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membaca surah An-Najm ketika berada di Makkah. Maka Beliau sujud tilawah begitu juga orang-orang yang bersama Beliau. Kecuali ada seorang yang tua, dia hanya mengambil segenggam kerikil atau tanah lalu menempelkannya pada mukanya seraya berkata; “bagiku cukup begini”. Di kemudian hari aku melihat orang itu terbunuh dalam kekafiran”. 

Sanad 1 : Abdullah bin Mas’ud bin Ghafil bin Habib -> Al Aswad bin Yazid bin Qais -> Amru bin ‘Abdullah bin ‘Ubaid -> Syu’bah bin Al Hajjaj bin Al Warad -> Muhammad bin Ja’far -> Muhammad bin Basysyar bin ‘Utsman

Barangsiapa yang tersungkur di jalan Allah

Telah bercerita kepada kami Musa bin Isma’il telah bercerita kepada kami Abu ‘Awanah dari Al Aswad bin Qais dari Jundab bin Sufan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ikut terlibat dalam berbagai peperangan dimana jari jemari Beliau terluka mengeluarkan darah,. Maka kemudian Beliau bersya’ir: “tiadalah kamu melainkan seujung jari yang berdarah, dan di jalan Allah ada sesuatu yang kamu peraleh” 

Sanad 1 : Jundub bin ‘Abdullah bin Sufyan -> Al Aswad bin Qais -> “Wadldloh bin ‘Abdullah, maula Yazid bin ‘Atha’” -> Musa bin Isma’il

Khusyu’ dalam Shalat

Telah menceritakan kepada kami Isma’il berkata, telah menceritakan kepadaku Malik dari Abu Az Zinad dari Al A’raj dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apakah kalian melihat arah kiblatku ini? Demi Allah, tidak ada yang tersembunyi bagiku rukuk dan juga khusyu’ kalian, karena aku dapat melihat kalian dari belakang punggungku.” 

Sanad 1 : Abdur Rahman bin Shakhr -> Abdur Rahman bin Hurmuz -> Abdullah bin Dzakwan Abu Az Zanad -> Malik bin Anas bin Malik bin Abi ‘Amir -> Isma’il bin ‘Abdullah bin ‘Abdullah bin Uwais

Kewajiban memberi nafkah kepada keluarga

Telah menceritakan kepada kami Umar bin Hafsh Telah menceritakan kepada kami bapakku Telah menceritakan kepada kami Al A’masy Telah menceritakan kepada kami Abu Shalih ia berkata; Telah menceritakan kepadaku Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, ia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sedekah yang paling utama adalah sedekah yang meninggalkan pelakunya dalam kecukupan. Tangan yang di atas adalah lebih baik daripada tangan yang dibawah. Dan mulailah dari orang yang menjadi tanggunganmu.” Sebab, seorang isteri akan berkata, “Terserah, kamu memberiku makan, atau kamu menceraikanku.” Dan seorang budak juga berkata, “Berilah aku makan dan silahkan engkau menyuruhku bekerja.” Kemudian seorang anak juga akan berkata, “Berilah aku makan, kepada siapa lagi engkau meninggalkanku?.” Mereka bertanya, “Wahai Abu Hurairah, apakah kamu mendengar hal ini dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?” ia menjawab, “Tidak. Hal ini adalah dari Abu Hurairah.” 

Sanad 1 : Abdur Rahman bin Shakhr -> Dzakwan -> Sulaiman bin Mihran -> Hafsh bin Ghiyats bin Thalq -> Umar bin Hafsh bin Ghiyats

Menggali parid

Telah bercerita kepada kami Abu Al Walid telah bercerita kepada kami Syu’bah dari Abu Ishaq aku mendengar Al Bara’ radliallahu ‘anhu: “Adalah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam turut mengangkut (tanah dalam penggalian parit pada perang Khandaq) sambil bersya’ir: “Kalaulah bukan karena Engkau ya Allah, tentu kami tidak akan mendapat petunjuk”. 

Sanad 1 : Al Bara’ bin ‘Azib bin Al Harits -> Amru bin ‘Abdullah bin ‘Ubaid -> Syu’bah bin Al Hajjaj bin Al Warad -> Hisyam bin ‘Abdul Mallik