Surga lebih dekat kepada kalian daripada tali sandalnya

Telah menceritakan kepadaku Musa bin Mas’ud telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Manshur dan Al A’masy dari Abu Wail dari Abdullah radliallahu ‘anhu menuturkan, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Surga lebih dekat kepada salah seorang dari kalian daripada tali sandalnya, neraka juga seperti itu.” 

Sanad 1 : Abdullah bin Mas’ud bin Ghafil bin Habib -> Syaqiq bin Salamah -> Manshur bin Al Mu’tamir -> Sufyan bin Sa’id bin Masruq -> Musa bin Mas’ud

Sanad 2 : Abdullah bin Mas’ud bin Ghafil bin Habib -> Syaqiq bin Salamah -> Sulaiman bin Mihran -> Sufyan bin Sa’id bin Masruq -> Musa bin Mas’ud

Tenda dalam masjid

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Yahya bin Sa’id dari ‘Amrah binti ‘Abdurrahman dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hendak beri’tikaf. Ketika Beliau menuju tempat khusus untuk i’tikaf Beliau, Beliau melihat ada tenda-tenda, yaitu tendanya ‘Aisyah, Hafshah dan Zainab. Maka Beliau berkata: “Apakah kalian melihat kebaikan ada padanya (dengan membuat tenda-tenda ini)?” Akhirnya Beliau pergi dan tidak jadi i’tikaf. Kemudian Beliau ber’tikaf sepuluh hari pada bulan Syawal.  

Sanad 1 : Aisyah binti Abi Bakar Ash Shiddiq -> Amrah binti ‘Abdur Rahman bin Sa’ad bin Zurarah -> Yahya bin Sa’id bin Qais -> Malik bin Anas bin Malik bin Abi ‘Amir -> Abdullah bin Yusuf

Kencing sambil berdiri atau duduk

Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Al A’masy dari Abu Wa’il dari Hudzaifah berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi tempat pembuangan sampah suatu kaum, beliau lalu kencing sambil berdiri. Kemudian beliau meminta air, maka aku pun datang dengan membawa air, kemudian beliau berwudlu.” 

Sanad 1 : Hudzaifah bin Al Yaman -> Syaqiq bin Salamah -> Sulaiman bin Mihran -> Syu’bah bin Al Hajjaj bin Al Warad -> Adam bin Abu Iyas

Terbunuhnya Abu Jahal

Telah menceritakan kepada kami Ya’qub bin Ibrahim ad-Dawraqiy telah menceritakan kepada kami Husyaim telah mengabarkan kepada kami Abu Hasyim dari Abu Mijlaz dari Qais bin ‘Ubad berkata, aku mendengar Abu Dzarr bersumpah dengan suatu sumpah yang isinya bahwa sesungguhnya ayat ini: “Inilah dua golongan (Mu’min dan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Rabb mereka” (QS al-Hajj ayat 19) diturunkan untuk mereka yang melakukan perang tanding pada perang Badar. Mereka adalah Hamzah, Ali, ‘Ubaidah bin Al Harits, ‘Utbah dan Syaibah, dua putra Rabi’ah dan Al Walid bin ‘Utbah”. 

Sanad 1 : Jundub bin Junadah -> Qais bin ‘Abbad -> Lahiq bin Humaid bin Sa’id -> Yahya bin Dinar -> Husyaim bin Basyir bin Al Qasim bin Dinar -> Ya’qub bin Ibrahim bin Katsir

Sifat iblis dan tentaranya

Telah bercerita kepada kami ‘Ali bin ‘Abdullah telah bercerita kepada kami Ya’qub bin Ibrahim telah bercerita kepada kami bapakku dari Shalih dari Ibnu Syihab berkata telah mengabarkan kepadaku ‘Abdul Hamid bin ‘Abdur Rahman bin Zaid bahwa Muhammad bin Sa’ad bin Abi Waqash mengabarkan kepadanya bahwa Sa’ad bin Abi Waqash berkata; ‘Umar meminta izin menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat ada wanita-wanita Quraisy sedang berbincang bersama Beliau dan berlama-lama berbicara hingga suara mereka terdengar dengan keras. Ketika ‘Umar terdengar meminta izin, para wanita itu berdiri lalu pergi berlindung di balik tabir. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengizinkan ‘Umar masuk lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tertawa. ‘Umar berkata; “Semoga Allah selalu membuat gigi baginda tertawa wahai Rasulullah”. Beliau berkata: “Aku heran dengan para wanita yang tadi bersamaku. Ketika mereka mendengar suaramu mereka langsung saja menghindar dan berlindung dari balik tabir”. ‘Umar berkata; “Kamulah wahai Rasulullah, seharusnya yang lebih patut untuk disegani”. Selanjutnya ‘Umar berkata; “Wahai para wanita yang menjadi musuh bagi diri kalian sendiri, mengapa kalian segan (takut) kepadaku dan tidak tidak segan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam?”. Para wanita itu menjawab; “Ya, karena kamu lebih galak dan keras hati dibanding Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam”. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak ada satu setanpun yang berjumpa denganmu pada suatu lorong melainkan dia akan mencari lorong lain yang tidak kamu lalui”. 

Sanad 1 : Sa’ad bin Abi Waqash Malik bin Uhaib bin ‘Abdu Manaf bin Zuhrah -> Muhammad bin Sa’ad bin Abi Waqash -> Abdul Hamid bin ‘Abdur Rahman bin Zaid bin Al Khaththab -> Muhammad bin Muslim bin ‘Ubaidillah bin ‘Abdullah bin Syihab -> Shalih bin Kaisan -> Ibrahim bin Sa’ad bin Ibrahim bin ‘Abdur Rahman bin ‘Auf -> Ya’qub bin Ibrahim bin Sa’ad bin Ibrahim bin ‘Abdur Rahman bin ‘Auf -> Ali bin ‘Abdullah bin Ja’far bin Najih