Firman Allah “Sesungguhnya ada beberapa tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yusuf…”

Telah mengabarkan kepadaku ‘Abdah telah bercerita kepada kami ‘Abdush Shamad dari ‘Abdur Rahman dari bapaknya dari Ibnu ‘Umar radliallahu ‘anhuma dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang yang mulia putra dari orang yang mulia putra dari orang yang mulia putra dari orang yang mulia adalah Yusuf bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim ASm”. 

Sanad 1 : Abdullah bin ‘Umar bin Al Khaththab bin Nufail -> “Abdullah bin Dinar, maula Ibnu ‘Umar” -> Abdur Rahman bin ‘Abdullah bin Dinar -> Abdush Shamad bin ‘Abdul Warits bin Sa’id bin Dzakwan -> Abdah bin ‘Abdullah bin ‘Abdah

Wanita yang ditinggal mati suaminya memakai celak

Telah menceritakan kepada kami Musaddad Telah menceritakan kepada kami Bisyr Telah menceritakan kepada kami Salamah bin ‘Alqamah dari Muhammaad bin Sirin bahwa Ummu ‘Athiyyah berkata, “Kami dilarang untuk berkabung lebih dari tiga hari kecuali terhadap suami.” 

Sanad 1 : Nusaibah binti Ka’ab -> “Muhammad bin Sirin, maula Anas bin Malik” -> Salamah bin ‘Alqamah -> Bisyir bin Al Mufadldlol Laahiq -> Musaddad bin Musrihad bin Musribal bin Mustawrid

Haji tamattu’, qiran dan ifrad

Telah menceritakan kepada kami Abu Nu’aim telah menceritakan kepada kami Abu Sihab berkata: “Aku menuju Makkah dengan berihram untuk ‘umrah sebagai pelaksanaan hajji dengan tamattu’. Maka kami tiba tiga hari sebelum hari Tarwiyah. Maka orang-orang berkata, kepadaku: “Dari penduduk (rumah-rumah di) Makkah maka hajjimu sekarang sebagai orang Makkah”. Kemudian aku menemui ‘Atho’ untuk meminta fatwa darinya. Maka dia berkata; Telah menceritakan kepada saya Jabir bin ‘Abdullah radliallahu ‘anhua bahwa dia pernah melaksanakan hajji bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika Beliau menggiring hewan qurbannya ketika orang-orang sudah berihram untuk haji secara ifrad, maka Beliau berkata, kepada mereka: “Halalkanlah ihram kalian ketika sudah thowaf di Baitulloh dan sa’iy antara bukit Ash-Shafa dan Al Marwah dan memotong rambut dan tinggalah (di Makkah) dalam keadaan halal hingga apabila tiba hari Tarwiyah berihramlah untuk hajji dan jadikan apa yang sudah kalian lakukan dari manasik ini sebagai pelaksanaan hajji dengan tamattu’. Mereka bertanya: “Bagaimana kami menjadikannya sebagai tamattu’ sedang kami sudah meniatkannya sebagai ihram hajji?”. Maka Beliau berkata: “Laksanakanlah apa yang aku perintahkan kepada kalian. Seandainya aku tidak membawa hewan qurban tentu aku akan melaksanakan seperti yang aku perintahkan kepada kalian. Akan tetapi tidak halal bagiku apa-apa yang diharamkan selama ihram ini hingga hewan qurban sudah sampai pada tempat sembelihannya (pada hari nahar) “. Maka orang-orang melaksanakannya”. Berkata, Abu ‘Abdullah Al Buklhoriy: “Abu Syihab tidak memiliki sanad selain jalan ini”. 

Sanad 1 : Jabir bin ‘Abdullah bin ‘Amru bin Haram -> Atha’ bin Abi Rabbah Aslam -> Musa bin Nafi’ -> Al Fadlol bin Dukain bin Hammad bin Zuhair

Puasa di hari-hari tasyriq

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Ibnu Syihab dari Salim bin ‘Abdullah bin ‘Umar dari Ibnu ‘Umar radliallahu ‘anhuma berkata: “Diperbolehkan berpuasa bagi orang yang melaksanakan haji tamattu’ (bersenang-senang setelah mengerjakan ‘umrah sebelum melaksanakan manasik haji) hingga hari ‘Arafah bila tidak membawa hewan qurban (Al Hadyu) dan tidak boleh berpuasa pada hari-hari Mina (Tasyriq) “. Dan dari Ibnu Syihab dari ‘Urwah dari ‘Aisyah seperti hadits ini juga dan dikuatkan oleh Ibrahim bin Sa’ad dari Ibnu Syihab.  

Sanad 1 : Abdullah bin ‘Umar bin Al Khaththab bin Nufail -> Salim bin ‘Abdullah bin ‘Umar bin Al Khaththab -> Muhammad bin Muslim bin ‘Ubaidillah bin ‘Abdullah bin Syihab -> Malik bin Anas bin Malik bin Abi ‘Amir -> Abdullah bin Yusuf

Sanad 2 : Aisyah binti Abi Bakar Ash Shiddiq -> Urwah bin Az Zubair bin Al ‘Awwam bin Khuwailid bin Asad bin ‘Abdul ‘Izzi bin Qu -> Muhammad bin Muslim bin ‘Ubaidillah bin ‘Abdullah bin Syihab -> Malik bin Anas bin Malik bin Abi ‘Amir -> Abdullah bin Yusuf

Sanad 3 : Aisyah binti Abi Bakar Ash Shiddiq -> Urwah bin Az Zubair bin Al ‘Awwam bin Khuwailid bin Asad bin ‘Abdul ‘Izzi bin Qu -> Muhammad bin Muslim bin ‘Ubaidillah bin ‘Abdullah bin Syihab -> Ibrahim bin Sa’ad bin Ibrahim bin ‘Abdur Rahman bin ‘Auf

Sanad 4 : Abdullah bin ‘Umar bin Al Khaththab bin Nufail -> Salim bin ‘Abdullah bin ‘Umar bin Al Khaththab -> Muhammad bin Muslim bin ‘Ubaidillah bin ‘Abdullah bin Syihab -> Ibrahim bin Sa’ad bin Ibrahim bin ‘Abdur Rahman bin ‘Auf

[Bab] Surat Ar Rahman ayat 72

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna Telah menceritakan kepadaku Abdul Aziz bin Abdush Shamad Telah menceritakan kepada kami Abu Imran Al Jauni dari Abu Bakr bin Abdullah bin Qais dari bapaknya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Dalam surga terdapat kemah yang terbuat dari permata yang berongga dengan luas enam puluh mil. Pada setiap sudutnya terdapat penghuni, namun mereka tidak dapat melihat yang lain, orang-orang mukmin mengelilingi mereka. Dan (di dalam surga juga terdapat) dua kebun yang gelas-gelas, serta segala sesuatu yang berada di dalamnya terbuat dari perak. Tidak ada lagi yang menghalangi antara suatu kaum untuk melihat Rabb mereka kecuali pakaian kesombongan yang melekat di wajah-Nya di dalam Jannah Aden.” 

Sanad 1 : Abdullah bin Qais bin Sulaim bin Hadldlor -> Abu Bakar bin Abu Musa ‘Abdullah bin Qais -> Abdul Malik bin Habib -> Abdul ‘Aziz bin ‘Abdush Shamad -> Muhammad bin Al Mutsannaa bin ‘Ubaid