Firman Allah “Ketika dua golongan daripadamu ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu…”

Telah menceritakan kepada kami Abu Nu’aim telah menceritakan kepada kami Mis’ar dari Sa’d dari Ibnu Syaddad dia berkata, aku mendengar ‘Ali radliallahu ‘anhu berkata, “Aku belum pernah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyertakan kedua orangtuanya sebagai tebusan kepada seseorang selain Sa’d.” 

Sanad 1 : Ali bin Abi Thalib bin ‘Abdu Al Muthallib bin Hasyim bin ‘Abdi Manaf -> Abdullah bin Syaddad bin Al Haad -> Sa’ad bin Ibrahim bin ‘Abdur Rahman bin ‘Auf -> Mis’ar bin Kidam bin Zhuhair -> Al Fadlol bin Dukain bin Hammad bin Zuhair

Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam untuk Abu Burdah

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Salamah dari Abu Juhaifah dari Al Barra` dia berkata; Abu Burdah pernah menyembelih binatang kurban sebelum shalat (Iedul Adlha), maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadanya: “Gantilah kurbanmu.” Dia berkata; “Aku tidak memilikinya lagi kecuali hanya jad’ah (anak kambing berusia dua tahun). Syu’bah mengatakan; aku mengira Abu Burdah mengatakan; “dan dia lebih baik daripada kambing muda.” Beliau bersabda: “Kurbanlah dengan kambing itu, dan tidak sah untuk orang lain setelahmu.” Hatim bin Wardan mengatakan dari Ayyub dari Muhammad dari Anas dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, perawi berkata; “Betina jad’ah (anak kambing yang berusia dua tahun).” 

Sanad 1 : Al Bara’ bin ‘Azib bin Al Harits -> Wahab bin ‘Abdullah -> Salamah bin Kuhail bin Hushain -> Syu’bah bin Al Hajjaj bin Al Warad -> Muhammad bin Ja’far -> Muhammad bin Basysyar bin ‘Utsman

Sanad 2 : Anas bin Malik bin An Nadlir bin Dlamdlom bin Zaid bin Haram -> “Muhammad bin Sirin, maula Anas bin Malik” -> Ayyub bin Abi Tamimah Kaysan -> Hatim bin Wardan bin Mihran

Penilaian adil, berapa jumlah yang dibutuhan?

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma’il telah menceritakan kepada kami Daud bin Abi Al Furat telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Buraidah dari Abu Al Aswad berkata: “Aku mengunjungi Madinah saat banyak orang sakit yang membawa kepada kematian mereka kemudia aku duduk di sisi ‘Umar radliallahu ‘anhu saat lewat jenazah lalu jenazah itu dipuji dengan kebaikan maka ‘Umar berkata: “Pasti”. Kemudian lewat jenazah lain lalu dipuji pula dengan kebaikan maka ‘Umar berkata: “Pasti”. Kemudian lewat jenazah ketiga namun dicela dengan kejelekkan lalu diapun berkata: “Pasti”. Maka aku tanyakan: “Apa yang dimaksud pasti wahai amirul mu’minin?” Maka ‘Umar berkata: “Sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengatakannya: “Siapa saja dari muslim (yang meninggal dunia) lalu dipersaksikan dengan kebaikan oleh empat orang maka dia pasti akan dimasukkan oleh Allah kedalam surga”. Kami bertanya: “Bagaimana kalau hanya disaksikan oleh tiga orang?” Beliau menjawab: “Ya juga oleh tiga orang”. Aku katakan: “Bagaimana kalau dua orang?” Beliau menjawab: “Ya juga oleh dua orang”. Kemudian kami tidak bertanya bila hanya oleh satu orang”. 

Sanad 1 : Umar bin Al Khaththab bin Nufail -> Zhalim bin ‘Amru bin Sufyan -> Abdullah bin Al Buraidah bin Al Hushaib -> Daud bin Abi Al Furat ‘Amru bin Al Furat -> Musa bin Isma’il

Memisahkan mandi dan wudlu’

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Mahbub berkata, telah menceritakan kepada kami ‘Abdul Wahid berkata, telah menceritakan kepada kami Al A’masy dari Salim bin Abu Al Ja’d dari Kuraib mantan budak Ibnu ‘Abbas, dari Ibnu ‘Abbas berkata, Maimunah berkata, “Aku menyediakan air mandi untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau lalu menuangkan air pada kedua tangannya dan mencuci keduanya dua kali dua kali atau tiga kali. Lalu dengan tangan kanannya beliau menuangkan air pada telapak tangan kirinya lalu mencuci kemaluannya, setelah itu menyentuhkan tangannya ke tanah. Kemudian berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung. Kemudian membasuh muka dan kedua tangannya, lalu membasuh kepalanya tiga kali dan mengguyur seluruh badannya. Setelah itu beliau bergeser dari posisi semula lalu mencuci kedua telapak kakinya.” 

Sanad 1 : Maimunah binti Al Harits -> Abdullah bin ‘Abbas bin ‘Abdul Muthallib bin Hasyim -> “Kuraib bin Abi Muslim, maula Ibnu ‘Abbas” -> Salim bin Abi Al Ja’di Rafi’ -> Sulaiman bin Mihran -> Abdul Wahid bin Ziyad -> Muhammad bin Mahbub

Sakit dan wafatnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah Telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq Telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhri dari Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah dari Ibnu Abbas radliallahu ‘anhuma dia berkata; Ada beberapa orang lelaki di rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika beliau menjelang ajalnya, beliau bersabda: “Kemarilah, aku akan menulis sebuah tulisan (pesan) kepada kalian, sehingga kalian tidak akan tersesat setelahnya.” Sebagian mereka berkata; ‘Sesungguhnya rasa sakit telah mempengaruhi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan kalian memiliki Al Qur`an, maka cukuplah Kitabullah bagi kita. Maka orang-orang yang di rumah itu berselisih, dan berdebatlah mereka, di antara mereka ada yang berkata; mendekatlah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam akan menuliskan sesuatu kepada kalian. Dan di antara mereka ada yang menolaknya. Maka ketika terjadi banyaknya keributan dan perselisihan, sementara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dikerumuni, beliau bersabda: “Pergilah kalian dariku.” Ubaidullah berkata; Maka Ibnu Abbas berkata; ‘Sungguh ini musibah segala musibah, tidak ada kesempatan bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan menuliskan pesan untuk mereka karena perselisihan dan keributan mereka.’ 

Sanad 1 : Abdullah bin ‘Abbas bin ‘Abdul Muthallib bin Hasyim -> Ubaidullah bin ‘Abdullah bin ‘Utbah bin Mas’ud -> Muhammad bin Muslim bin ‘Ubaidillah bin ‘Abdullah bin Syihab -> Ma’mar bin Raosyid -> Abdur Razzaq bin Hammam bin Nafi’ -> Ali bin ‘Abdullah bin Ja’far bin Najih