Menutup bejana

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma’il telah menceritakan kepada kami Hammam dari ‘Atha` dari Jabir bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Matikanlah lampu-lampu kalian apabila kalian hendak tidur, dan tutuplah pintu rumah kalian, tutuplah wadah-wadah kalian serta tutup pula tempat makan dan tempat minum kalian -aku mengira beliau juga bersabda- walaupun hanya dengan sepotong kayu yang dapat menutupinya.” 

Sanad 1 : Jabir bin ‘Abdullah bin ‘Amru bin Haram -> Atha’ bin Abi Rabbah Aslam -> Hammam bin Yahya bin Dinar -> Musa bin Isma’il

Baiat orang arab badwi (primitif, nomade)

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Maslamah dari Malik dari Muhammad bin Al Munkadir dari Jabir bin Abdullah radliallahu ‘anhuma, ada seorang arab nomade (primitive) berbaiat kepada Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam untuk Islam, kemudian ia terkena demam, sehingga ia berujar: “lepaskanlah baiatku” Namun beliau enggan. Si arab badui datang kepada beliau lagi dan mengatakan; ‘lepaskanlah baiatku! ‘ Namun Nabi enggan, sehingga arab badui tadi keluar. Maka Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Sesungguhnya kota Madinah ini bagaikan mesin pemanggang besi yang menghilangkan kotorannya dan menyaring yang baik.” 

Sanad 1 : Jabir bin ‘Abdullah bin ‘Amru bin Haram -> Muhammad bin Al Munkadir bin ‘Abdullah bin Al Hudair -> Malik bin Anas bin Malik bin Abi ‘Amir -> Abdullah bin Maslamah bin Qa’nab

[Bab] Surat Al Qamar ayat 20-21

Telah menceritakan kepada kami Abu Nu’aim Telah menceritakan kepada kami Zuhair dari Abu Ishaq bahwa dia mendengar seorang laki-laki bertanya kepada Al Aswad mengenai ayat apakah lafazhnya FAHAL MIN MUDDAKIR atau FAHAL MIN MUDZAKIR? Lalu dia menjawab; Aku mendengar Abdullah membacanya dengan lafazh; FAHAL MIN MUDDAKIR. Abdullah berkata; dan aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membacanya dengan lafazh FAHAL MIN MUDDAKIR, menggunakan huruf Daal. 

Sanad 1 : Abdullah bin Mas’ud bin Ghafil bin Habib -> Al Aswad bin Yazid bin Qais -> Amru bin ‘Abdullah bin ‘Ubaid -> Zuhair bin Mu’awiyah bin Hudaij -> Al Fadlol bin Dukain bin Hammad bin Zuhair

[Bab] Surat Ali Imran ayat 193

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id dari Malik dari Makhramah bin Sulaiman dari Kuraib -budak yang dimerdekakan- Ibnu ‘Abbas bahwa Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhu telah mengabarkan kepadanya bahwasannya dia pernah menginap di rumah Maimunah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, yaitu bibinya. Ia berkata; Aku berbaring di bantal bagian sisi lebar, sedangkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan keluarganya tidur di bantal bagian sisi panjang. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidur hingga pertengahan malam, mendekati atau melewati sedikit, kemudian bangun dan duduk seraya mengusap kantuk dari wajahnya dengan tangannya. Kemudian beliau membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Ali Imran, lalu bangun menuju ke geriba yang tergantung, beliau berwudlu darinya dan menyempurnakan wudlunya kemudian beliau shalat. Ibnu ‘Abbas berkata; Aku pun bangun dan melaksanakan seperti apa yang beliau kerjakan, kemudian aku berdiri di sampingnya, maka beliau meletakkan tangannya di kepalaku dan memegang telinga kananku lalu memilinnya. Beliau shalat dua raka’at, dua raka’at, dua raka’at, dua raka’at, dua raka’at, dua raka’at kemudian beliau melakukan witir, setelah selesai beliau tidur kembali hingga datang seruan mu`adzin. Kemudian beliau shalat dua raka’at ringan dan keluar untuk melakukan shalat Subuh.” 

Sanad 1 : Abdullah bin ‘Abbas bin ‘Abdul Muthallib bin Hasyim -> “Kuraib bin Abi Muslim, maula Ibnu ‘Abbas” -> Makhramah bin Sulaiman -> Malik bin Anas bin Malik bin Abi ‘Amir -> Qutaibah bin Sa’id bin Jamil bin Tharif bin ‘Abdullah

Menjual tanaman dengan makanan dengan cara ditakar

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Nafi’ dari Ibnu’Umar radliallahu ‘anhuma berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang Al Muzaabanah (jual beli secara borongan tanpa diketahui takaran atau timbangannya), yaitu seseorang menjual buah kebunnya dengan ketentuan apabila pohon kurma dijual dengan buah kurma masak sebagai barter takarannya, apabila pohon anggur dijual dengan anggur kering sebagai barter takarannya, apabila benih dijual dengan makanan sebagai barter takarannya, dan Beliau melarang praktek semacam itu seluruhnya. 

Sanad 1 : Abdullah bin ‘Umar bin Al Khaththab bin Nufail -> “Nafi’, maula Ibnu ‘Umar “ -> Laits bin Sa’ad bin ‘Abdur Rahman -> Qutaibah bin Sa’id bin Jamil bin Tharif bin ‘Abdullah