(Saya berkata, “Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya hadits Aisyah yang disebutkan pada dua hadits sebelum ini.”)
Bab 17: Beri’tikaf dalam Sepuluh Hari Pertengahan Bulan Ramadhan
998. Abu Hurairah r.a. berkata, “Nabi biasa beri’tikaf dalam setiap bulan Ramadhan selama sepuluh hari. Kemudian setelah datang tahun yang pada tahun itu beliau dicabut ruhnya (yakni wafat), beliau itikaf selama dua puluh hari.”
Bab 16: Apabila Seseorang Bernazar pada Zaman Jahiliah untuk Beri’tikaf, Kemudian Ia Masuk Islam
(Saya berkata, “Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya hadits Ibnu Umar tadi.”)
Bab 15: Orang yang Tidak Memandang Harus Berpuasa Jika Hendak Mengerjakan I’tikaf
(Saya berkata, “Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya hadits Ibnu Umar pada dua hadits sebelumnya [yakni nomor 995 penj.].”)
Bab 14: Mengerjakan I’tikaf dalam Bulan Syawwal
(Saya berkata, “Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya hadits Aisyah (nomor 996 -penj.) di muka.”)
Bab 13: Orang Yang Keluar dari I’tikaf ketika Subuh
(Saya berkata, “Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya sebagian dari hadits Abu Sa’id yang diisyaratkan di atas.”)
Bab 12: Apakah Orang yang Beri’tikaf Itu Boleh Membela Dirinya
(Saya berkata, “Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya sebagian dari hadits Shafiyyah di atas.”)
Bab 11: Kunjungan Seorang Wanita Kepada Suaminya yang Sedang Beri’tikaf
(Saya berkata, “Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan hadits Shafiyyah di muka.”)
Bab 10: I’tikafnya Wanita Istihadhah
(Saya berkata, “Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan dengan isnadnya hadits Aisyah yang tertera pada nomor 174 di muka.”)
Bab 9: Nabi Keluar Mengerjakan I’tikaf pada Pagi Hari Tanggal Dua Puluh
(Saya berkata, “Dalam bab ini Imam Bukhari meriwayatkan sebagian dari hadits Abu Sa’id yang tertera pada nomor 442 di muka.”)