Memisahkan antara dua orang yang saling li’an

Telah menceritakan kepadaku Ibrahim bin Al Mundzir Telah menceritakan kepada kami Anas bin Iyadl dari Ubaidullah dari Nafi’ bahwa Ibnu Umar radliallahu ‘anhuma telah menganbarkan kepadanya bahwasanya; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memisahkan seorang laki-laki dan isterinya yang telah dituduhnya berzina. Dan beliau juga meminta keduanya untuk bersumpah. 

Sanad 1 : Abdullah bin ‘Umar bin Al Khaththab bin Nufail -> “Nafi’, maula Ibnu ‘Umar “ -> Ubaidullah bin ‘Umar bin Hafsh bin ‘Ashim bin ‘Umar bin Al Khaththab -> Anas bin ‘Iyadl boin Dlamrah -> Ibrahim bin Al Mundzir bin ‘Abdullah

Peliharalah Diri Kalian dari Api Neraka Sekalipun Hanya Dengan Sebutir Kurma dan Sedikit Yang Dikeluarkan Sudah Dianggap Sedekah

Telah menceritakan kepada kami ‘Ubaidullah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Abu An-Nu’man Al Hakam dia adalah putra dari ‘Abdullah Al Bashriy telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Sulaiman dari Abu Wa’il dari Abu Mas’ud radliallahu ‘anhu berkata; “Ketika ayat shadaqah turun, kami berlomba-lomba, lalu datanglah seseorang dengan membawa shadaqah yang banyak dan orang-orang berkata, ia orang yang pamer. Kemudian datanglah seseorang lalu ia bershadaqah dengan satu sha’. Orang-orang berkata; “Sesungguhnya Allah lebih kaya daripada satu sha’ ini”. Maka turunlah aya QS At-Taubah ayat: “Alladziina yalmizuunal muththawwi’iina minal mu’miniina fishshadaqati walladziina laa yajiduuna illa juhdahum”. (“Orang-orang (munafik itu) yang mencela orang-orang beriman yang memberi sedekah dengan sukarela dan (mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya”). 

Sanad 1 : Uqbah bin ‘Amru bin Tsa’labah -> Syaqiq bin Salamah -> Sulaiman bin Mihran -> Syu’bah bin Al Hajjaj bin Al Warad -> Al Hakam bin ‘Abdullah -> Ubaidullah bin Sa’id binYahya

Berlindung (menggunakan tutup) ketika mandi di tengah orang

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Maslamah bin Qa’nab dari Malik dari Abu An Nadlr mantan budak ‘Umar bin ‘Ubaidullah, bahwa Abu Murrah mantan budak Ummu Hani’ binti Abu Thalib, telah mengabarkan kepadanya, bahwa ia mendengar Ummu Hani’ binti Abu Thalib berkata, “Aku pergi menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat pembukaan Kota Makkah, lalu aku dapati beliau sedang mandi dan Fatimah menutupinya. Beliau lalu bertanya: “Siapa ini?” Aku menjawab, “Ummu Hani’.” 

Sanad 1 : Fakhitah binti Abi Thalib -> “Yazid, maula ‘Aqil” -> Salim bin Abi Umayah -> Malik bin Anas bin Malik bin Abi ‘Amir -> Abdullah bin Maslamah bin Qa’nab

Laits berkata “Yunus telah menceritakan kepadaku dari Ibnu Syihab,

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Muqatil Telah mengabarkan kepada kami Abdullah Telah mengabarkan kepada kami Yunus dari Az Zuhri katanya, Telah mengabarkan kepada kami Urwah bin Zubair, ada seorang wanita mencuri di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tepatnya ketika terjadi penaklukan Makkah. Kaumnya merasa gelisah atas kasus ini sehingga melakukan perundingan dengan Usamah bin Zaid dengan harapan mereka bisa minta keringanan hukuman melalui perantaranya. Kata Urwah, ketika Usamah melaporkan kasusnya kepada Rasulullah dan meminta keringanan, wajah Rasulullah nampak berubah (pertanda bangkit emosinya). Lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apakah kalian akan mengajakku melakukan “kompromi” terhadap hukum Allah? Usamah langsung insaf dengan mengatakan “Mintalah ampunan untukku wahai Rasulullah? Sore harinya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpidato, memuji Allah dengan pujian yang semestinya bagi-Nya kemudian berujar: “Hadirin yang dihormati, manusia sebelum kalian telah celaka sebab jika yang mencuri kalangan atas (pejabat, bangsawan, elit politik) maka mereka membiarkannya, sebaliknya jika yang mencuri masyarakat biasa (golongan rendah, borjuis, tak berpangkat), mereka menegakkan hukuman. Demi Dzat yang diri-ku berada di tangan-NYA, kalaulah Fathimah binti Muhammad mencuri, niscaya kupotong tangannya. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan wanita itu sehingga dipotong tangannya, dikemudian hari ia menindaklanjuti taubatnya dengan baik dan menikah. Kata Aisyah, dikemudian hari si wanita datang dan kulaporkan keperluannya kepada Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam. 

Sanad 1 : Aisyah binti Abi Bakar Ash Shiddiq -> Urwah bin Az Zubair bin Al ‘Awwam bin Khuwailid bin Asad bin ‘Abdul ‘Izzi bin Qu -> Muhammad bin Muslim bin ‘Ubaidillah bin ‘Abdullah bin Syihab -> Yunus bin Yazid bin Abi An Najjad -> Abdullah bin Al Mubarak bin Wadlih -> Muhammad bin Muqatil

Turunnya Isa putera Maryam

Telah bercerita kepada kami Ishaq telah mengabarkan kepada kami Ya’qub binIbrahim telah bercerita kepada kami bapakku dari Shalih dari Ibnu Syihab bahwa Sa’id bin Al Musayyab mendengar Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam besabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, diprediksikan segera turun kepada kalian ‘Isa bin Maryam sebagai hakim yang adil, dia akan menghancurkan salib, membunuh babi, membebaskan jizyah dan harta benda akan banyak tersebar sehingga tidak ada seorangpun yag mau menerima (shadaqah) hingga pada masa itu satu kali sujud lebih baik daripada dunia dan isinya”. Kemudian Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata; “Bacalah firman Allah jika kamu mau; (“Dan tidak ada satu pun dari Ahli Kitab kecuali pasti akan beriman kepadanya (‘Isa ‘alahis salam) sebelum kematiannya dan pada hari qiyamat nanti ‘Isa akan menjadi saksi bagi mereka”). (QS an-Nisaa ayat 159). 

Sanad 1 : Abdur Rahman bin Shakhr -> Sa’id bin Al Musayyab bin Hazan bin Abi Wahab bin ‘Amru -> Muhammad bin Muslim bin ‘Ubaidillah bin ‘Abdullah bin Syihab -> Shalih bin Kaisan -> Ibrahim bin Sa’ad bin Ibrahim bin ‘Abdur Rahman bin ‘Auf -> Ya’qub bin Ibrahim bin Sa’ad bin Ibrahim bin ‘Abdur Rahman bin ‘Auf -> Ishaq bin Ibrahim bin Makhlad