[Bab] Surat Qaaf ayat 30

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Abu Al Aswad Telah menceritakan kepada kami Harami bin ‘Umarah Telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Qatadah dari Anas radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: orang-orang dilemparkan ke neraka hingga neraka itu berkata; ‘Apakah ada tambahan lagi? Maka Allah meletakan kaki-Nya, dan neraka itu berkata; ‘Cukup, cukup.’ 

Sanad 1 : Anas bin Malik bin An Nadlir bin Dlamdlom bin Zaid bin Haram -> Qatadah bin Da’amah bin Qatadah -> Syu’bah bin Al Hajjaj bin Al Warad -> Haramiy bin ‘Imarah bin Abi Hafshah -> Abdullah bin Muhammad bin Abi Al Aswad

Sujud Tilawah pada Surah as-Sajadah (QS 32)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Sa’ad bin Ibrahim dari ‘Abdurrahman dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membaca pada shalat Shubuh hari Jum’at surah As-Sajadah dan Al Insan”. 

Sanad 1 : Abdur Rahman bin Shakhr -> Abdur Rahman bin Hurmuz -> Sa’ad bin Ibrahim bin ‘Abdur Rahman bin ‘Auf -> Sufyan bin Sa’id bin Masruq -> Muhammad bin Yusuf bin Waqid bin ‘Utsman

Metode munawalah dan surat-surat para ahli ilmu ke berbagai negeri.

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Muqotil Abu Al Hasan Al Marwazi telah mengabarkan kepada kami Abdullah berkata, telah mengabarkan kepada kami Syu’bah dari Qotadah dari Anas bin Malik berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menulis surat atau bermaksud menulis surat, lalu dikatakan kepada Beliau, bahwa mereka tidak akan membaca tulisan kecuali tertera stempel. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membuat stempel yang terbuat dari perak yang bertanda; Muhammad Rasulullah. Seakan-akan aku melihat warna putih pada tangan Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam”. Lalu aku bertanya kepada Qotadah: “Siapa yang membuat tanda Muhammad Rasulullah?” Jawabnya: “Anas”.  

Sanad 1 : Anas bin Malik bin An Nadlir bin Dlamdlom bin Zaid bin Haram -> Qatadah bin Da’amah bin Qatadah -> Syu’bah bin Al Hajjaj bin Al Warad -> Abdullah bin Al Mubarak bin Wadlih -> Muhammad bin Muqatil

[Bab] Surat An Nisaa` ayat 95

Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Musa Telah mengabarkan kepada kami Hisyam bahwa Ibnu Juraij Telah mengabarkan kepada mereka; Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepadaku Ishaq Telah mengabarkan kepada kami ‘Abdur Razzaq Telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij Telah mengabarkan kepadaku ‘Abdul Karim bahwa Miqsam -budak- ‘Abdullah bin Al Harits mengabarkan kepadanya dari Ibnu ‘Abbas radliallahu ‘anhuma mengenai ayat: LAA YASTAWIL QAA’IDUUNA MINAL MUKMINIINA WAL MUJAAHIDUUNA FII SABIILILLAAH’ ‘Tidaklah sama antara orang mukmin yang tidak ikut berperang dan mereka yang berjihad fii sabilillah.’ (An Nisa: 95), yaitu yang duduk-duduk tidak ikut perang Badar dan orang-orang yang berangkat untuk berperang. 

Sanad 1 : Abdullah bin ‘Abbas bin ‘Abdul Muthallib bin Hasyim -> “Miqsam bin Bajarah, maula ‘Abdullah bin Al Harits” -> Abdul Karim bin Malik -> Abdul Malik bin ‘Abdul ‘Aziz bin Juraij -> Hisyam bin Yusuf -> Ibrahim bin Musa bin Yazid bin Zadzan

Sanad 2 : Abdullah bin ‘Abbas bin ‘Abdul Muthallib bin Hasyim -> “Miqsam bin Bajarah, maula ‘Abdullah bin Al Harits” -> Abdul Karim bin Malik -> Abdul Malik bin ‘Abdul ‘Aziz bin Juraij -> Abdur Razzaq bin Hammam bin Nafi’ -> Ishaq bin Manshur bin Bahram

Dibolehkan berita satu orang sebagai hujjah (argumentasi)

Telah menceritakan kepadaku Yahya bin Qaza’ah telah menceritakan kepadaku Malik dari Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah dari Anas bin Malik ia berkata, “Pernah aku memberi minum Abu Thalhah Al Anshari, Abu Ubaidah bin Al Jarrah dan Ubbay bin Ka’b berupa minuman dari fadhih atau kurma. Lantas ada seorang utusan mendatangi mereka dan berkata, ‘Hai..sungguh, khamer telah diharamkan! Secara spontan Abu Thalhah berkata, ‘Wahai Anas, bangkit dan pecahkanlah kendi-kendi minuman itu! ‘ Anas berkata, “Maka aku pun ke arah gentong-gentong kami dan kubanting bagian bawahnya hingga remuk.” 

Sanad 1 : Anas bin Malik bin An Nadlir bin Dlamdlom bin Zaid bin Haram -> Ishaq bin ‘Abdullah bin Abi Thalhah Zaid bin Sahal -> Malik bin Anas bin Malik bin Abi ‘Amir -> Yahya bin Qaza’ah