Khusyu’ dalam Shalat

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar berkata, telah menceritakan kepada kami Ghundar berkata, telah menceritakan kepada kami Syu’bah berkata, Aku mendengar Qatadah dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Luruskanlah dalam rukuk dan sujud. Demi Allah, aku dapat melihat kalian dari belakangku.” Seakan beliau mengatakan: “Aku dapat melihat kalian dari belakangku ketika kalian rukuk dan sujud.” 

Sanad 1 : Anas bin Malik bin An Nadlir bin Dlamdlom bin Zaid bin Haram -> Qatadah bin Da’amah bin Qatadah -> Syu’bah bin Al Hajjaj bin Al Warad -> Muhammad bin Ja’far -> Muhammad bin Basysyar bin ‘Utsman

Berlebih-lebihan dalam memahami ilmu dan agama serta berselisih di dalamnya adalah perkara yang dibenci

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Muqatil telah mengabarkan kepada kami Waki’ telah mengabarkan kepada kami Nafi’ bin Umar dari Ibn Abu Mulaikah berkata, “Hampir saja dua orang pilihan, Abu Bakar dan Umar, binasa tatkala utusan Bani Tamim menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, salah satu diantara dua sahabat pilihan itu menunjuk Aqra’ bin Habis At Tamimi Al Hanzhali, saudara Bani Mujasyi’, sedang lainnya menunjuk lainnya. Maka Abu Bakar berkata kepada Umar, ‘Kamu inginnya menyelisihiku saja!” Umar mengelak seraya mengatakan, “Aku sama sekali tak berniat menyelisihimu! Suara keduanya terus semakin gaduh di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, sehingga turunlah ayat: ‘(Wahai orang-orang yang beriman, jangan kalian meninggikan suara kalian diatas suara Nabi) ‘ (Qs. Al Hujurat: 2-3). Ibnu Abu Mulaikah berkata, ” Ibnu Zubair berkata, “Di kemudian hari Umar -dan ia tidak menyebutkan dari kakeknya maksudnya Abu bakar- jika mengajak bicara dengan nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan suatu pembicaraan seperti orang yang mengadakan pembicaraan rahasia, tidak sampai terdengar orang lain hingga betul-betul ia memahaminya.” 

Sanad 1 : Abdullah bin Az Zubair bin Al ‘Awwam bin Khuwailid bin Asad -> Abdullah bin ‘Ubaidillah bin Mulaikah -> Nafi’ bin ‘Umar bin ‘Abdullah bin Jamil bin ‘Amir -> Waki’ bin Al Jarrah bin Malih -> Muhammad bin Muqatil

At Talbiyah (kuah yang terbuat dari tepung dan susu)

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Bukair Telah menceritakan kepada kami Al Laits Telah menceritakan kepada kami ‘Uqail dari Ibnu Syihab dari Urwah dari Aisyah isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bahwasanya; Bila salah seorang dari keluarganya meninggal, dan kaum wanita pun berkumpul lalu bubar kecuali pihak keluarganya, maka ia menyuruh untuk menyediakan periuk berisikan bubur yang dimasak dari gandum lembut. Kemudian ia membuat campuran daging dan roti dan menuangkan gandum lembut. Setelah itu, Aisyah berkata; Makanlah darinya, karena aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bubur gandum lembut bisa menghimpun hati yang sakit yang menghilangkan kesedihan.” 

Sanad 1 : Aisyah binti Abi Bakar Ash Shiddiq -> Urwah bin Az Zubair bin Al ‘Awwam bin Khuwailid bin Asad bin ‘Abdul ‘Izzi bin Qu -> Muhammad bin Muslim bin ‘Ubaidillah bin ‘Abdullah bin Syihab -> Uqail bin Khalid bin ‘Uqail -> Laits bin Sa’ad bin ‘Abdur Rahman -> Yahya bin ‘Abdullah bin Bukair

Melaksanakan Shalat Khauf dalam Keadaan Berjalan atau Menunggang Kendaraan

Telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Yahya bin Sa’id Al Qurasyi berkata, telah menceritakan kepadaku Bapakku berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Juraij dari Musa bin ‘Uqbah dari Nafi’ dari Ibnu ‘Umar seperti ucapan Mujahid, “Bila mereka dalam keadaan genting, mereka shalat dengan berdiri.” Ibnu ‘Umar menambahkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Apabila musuh lebih banyak dari mereka (pasukan kaum Muslimin), maka mereka shalat dengan berdiri dan di atas kendaraan.” 

Sanad 1 : Abdullah bin ‘Umar bin Al Khaththab bin Nufail -> “Nafi’, maula Ibnu ‘Umar “ -> Musa bin ‘Uqbah bin Abi ‘Ayyasy -> Abdul Malik bin ‘Abdul ‘Aziz bin Juraij -> Yahya bin Sa’id bin Abban bin Sa’id bin Al ‘Ash bin Umayyah -> Sa’id bin Yahya bin Sa’id Aban bin Sa’id bin Al ‘Ash

Mengumandangkan Takbir Selama Hari-hari Berada di Mina dan Keesokan Harinya Pergi ke ‘Arafah untuk Melaksanakan Wuquf

Telah menceritakan kepada kami Abu Nu’aim berkata, telah menceritakan kepada kami Malik bin Anas berkata, telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Abu Bakar Ats Tsaqafi berkata, “Aku bertanya kepada Anas bin Malik -saat itu kami berdua sedang berangkat dari Mina menuju ‘Arafah- tentang talbiyyah, ‘Bagaimana kalian melaksanakannya bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam? ‘ Dia menjawab, “Di antara kami ada seorang yang membaca talbiyyah, namun hal itu tidak diingkari, dan ada yang bertakbir namun hal itu juga tidak diingkari.” 

Sanad 1 : Anas bin Malik bin An Nadlir bin Dlamdlom bin Zaid bin Haram -> Muhammad bin Abi Bakar bin ‘Auf bin Rabah -> Malik bin Anas bin Malik bin Abi ‘Amir -> Al Fadlol bin Dukain bin Hammad bin Zuhair