Tanda kenabian dalam Islam

Telah bercerita kepada kami Musa bin Isma’il telah bercerita kepada kami ‘Abdul ‘Aziz bin Muslim telah bercerita kepada kami Hushain dari Salim bin Abu Al Ja’di dari Jabir bin Abdullah radliallahu ‘anhu berkata; “Pada saat peristiwa Hudaibiyah, orang-orang merasa kehausan sementara Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di hadapan beliau ada sebuah bejana air terbuat dari kulit lalu beliau wudlu’. Maka orang-orang datang mengerumuni beliau untuk mengambil air. Beliau bertanya: “Ada apa dengan kalian?”. Mereka menjawab; “Kami tidak memiliki air untuk berwudlu’ dan minum kecuali air yang ada pada baginda”. Maka beliau letakkan tangan beliau di atas bejana kulit tersebut, air pun memancar dari sela-sela jari beliau bagaikan mata air. Maka kami dapat minum dan berwudlu’. Aku (Salim) bertanya; “Berapa orang jumlah kalian saat itu?”. Dia (Jabir) menjawab; “Seandainya jumlah kami saat itu seratus ribu pasti air itu mencukupi kami. Saat itu jumlah kami seribu lima ratus orang”. 

Sanad 1 : Jabir bin ‘Abdullah bin ‘Amru bin Haram -> Salim bin Abi Al Ja’di Rafi’ -> Hushain bin ‘Abdur Rahman -> Abdul ‘Aziz bin Muslim -> Musa bin Isma’il

Memutuskan dan melaknat di masjid

Telah menceritakan kepada kami Yahya telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq Telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku Ibnu Syihab dari Sahal saudara Bani Sa’idah, seorang laki-laki anshar menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berujar; “bagaimana pendapat anda sekiranya seseorang menemukan laki-laki lain bersama isterinya? Bolehkah ia membunuhnya?” Suami-isteri itu kemudian sama-sama meli’an dan aku menyaksikan. 

Sanad 1 : Sahal bin Sa’ad bin Malik -> Muhammad bin Muslim bin ‘Ubaidillah bin ‘Abdullah bin Syihab -> Abdul Malik bin ‘Abdul ‘Aziz bin Juraij -> Abdur Razzaq bin Hammam bin Nafi’ -> Yahya bin Ja’far bin A’yan

Wanita haid mengqadla semua manasik haji kecuali thawaf di Ka’bah

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin AL Mutsanna telah menceritakan kepada kami ‘Abdul Wahhab berkata,. Dan diriwayatkan pula, telah berkata kepadaku Khalifah telah menceritakan kepada kami ‘Abdul Wahhab telah menceritakan kepada kami Habib Al Mu’allim dari ‘Atho’ dari Jabir bin ‘Abdullah radliallahu ‘anhua berkata: “Nabi Shallallahu’alaihiwasallam dan para sahabatnya berihram untuk hajji dan tidak ada seorangpun dari mereka yang membawa Al Hadyu (hewan qurban) kecuali Nabi Shallallahu’alaihiwasallam dan Tholhah. Sementara itu ‘Ali baru saja datang dari negeri Yaman dengan membawa Al Hadyu, dia berkata: Aku berihram (berniat hajji) sebagaimana Nabi Shallallahu’alaihiwasallam berihram. Maka Nabi Shallallahu’alaihiwasallam memerintahkan para sahabatnya agar menjadikan ihram mereka sebagai ‘umrah lalu melaksanakan thawaf kemudian mencukur rambut lalu bertahallul kecuali mereka yang membawa Al Hadyu. Maka mereka berkata: “Maka kami berangkat menuju Mina lalu diantara kami ada yang menyebut bahwa dia menarik diri. Hal ini kemudian sampai kepada Nabi Shallallahu’alaihiwasallam, maka Beliau berkata: “Kalau aku bisa mengulang kembali apa yang telah lewat, aku tidak akan menyembelih, dan seandainya aku tidak membawa Al Hadyu, sudah pasti aku akan bertahallul”. Kemudian ‘Aisyah radliallahu ‘anha mengalami haidh sedangkan dia telah menuntaskan seluruh manasik kecuali thawaf di Ka’bah Baitullah. Ketika dia sudah suci, dia melaksanakan thawaf di Ka’bah Baitullah. Dia berkata: ‘Wahai Rasulullah, kalian berangkat dengan niat hajji dan ‘umrah sedangkan aku dengan niat hajji saja”. Maka Beliau perintahkan ‘Abdurrahman bin Abu Bakar agar keluar bersama ‘Aisyah radliallahu ‘anha ke Tan’im. Maka ‘Aisyah radliallahu ‘anha melaksanakan ‘umrah setelah melaksanakan manasik hajji”. 

Sanad 1 : Jabir bin ‘Abdullah bin ‘Amru bin Haram -> Atha’ bin Abi Rabbah Aslam -> Habib bin Qaribah -> Abdul Wahhab bin ‘Abdul Majid bin Ash Shalti -> Muhammad bin Al Mutsannaa bin ‘Ubaid

Sanad 2 : Jabir bin ‘Abdullah bin ‘Amru bin Haram -> Atha’ bin Abi Rabbah Aslam -> Habib bin Qaribah -> Abdul Wahhab bin ‘Abdul Majid bin Ash Shalti -> Khalifah bin Khayyath bin Khalifah bin Khayyath

Menawarkan syuf’ah kepada temannya sebelum dijual (kepada pihak lain)

Telah menceritakan kepada kami Al Makkiy bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij telah mengabarkan kepada saya Ibrahim bin Maisarah dari ‘Amru bin Asy-Syarid berkata; Aku pernah duduk bersama Sa’ad bin Abi Waqash lalu datang Al Miswar bin Makhramah kemudian dia meletakkan tangannya pada salah satu pundakku lalu datang Abu Rafi’ maula Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam seraya berkata: “Wahai Sa’ad, belilah dua buah rumahku yang ada di kampungmu!” Sa’ad berkata: “Demi Allah, aku tidak akan membelinya”. Lalu Al Miswar berkata: “Demi Allah, aku yang akan membelinya”. Maka Saad berkata: “Demi Allah, aku tidak akan membelinya lebih dari empat ribu keping”. Abu Rafi’ berkata: “Sungguh aku telah memberikan kepadanya lima ratus dinar, seandainya aku tidak mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tetangga lebih patut dalam hal kedekatan, tidaklah akan aku berikan rumah itu dengan harga empat ribu keeping sekalipun, sedangkan kali ini hanya aku dapatkan lima ratus dinar.” Dia pun lantas memberikan rumahnya. 

Sanad 1 : Aslam maula Rasululloh SAW -> Amru bin Asy Syarid bin Suwaid -> Ibrahim bin Maysarah -> Abdul Malik bin ‘Abdul ‘Aziz bin Juraij -> Makkiy bin Ibrahim bin Basyir bin Farqad

Menginteogasi si pembunuh hingga mengaku

Telah menceritakan kepada kami Hajjaj bin Minhal telah menceritakan kepada kami Hammam dari Qatadah dari Anas bin Malik radliallahu ‘anhu, ada seorang yahudi menumbuk kepala seorang budak perempuan dengan dua batu. Maka budak perempuan tersebut ditanya; ‘sebutkan siapa yang mencederaimu, apakah yang melakukannya fulan, fulan? ‘ hingga disebut nama seorang yahudi.’ Maka orang yahudi itu lantas dihadapkan ke Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Nabi tiada henti menginterogasinya hingga ia mengakui, kemudian Nabi mengqisasnya dengan meretakkan kepalanya dengan batu. 

Sanad 1 : Anas bin Malik bin An Nadlir bin Dlamdlom bin Zaid bin Haram -> Qatadah bin Da’amah bin Qatadah -> Hammam bin Yahya bin Dinar -> Hajjaj bin Al Minhal