Bagaimana shalat diwajibkam pada malam Isra’

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Yusuf berkata, telah mengabarkan kepada kami Malik dari Shalih bin Kaisan dari ‘Urwah bin Az Zubair dari ‘Aisyah Ibu kaum Mu’minin, ia berkata, “Allah telah mewajibkan shalat, dan awal diwajibkannya adalah dua rakaat dua rakaat, baik saat mukim atau saat dalam perjalanan. Kemudian ditetapkanlah ketentuan tersebut untuk shalat safar (dalam perjalanan), dan ditambahkan lagi untuk shalat di saat mukim.” 

Sanad 1 : Aisyah binti Abi Bakar Ash Shiddiq -> Urwah bin Az Zubair bin Al ‘Awwam bin Khuwailid bin Asad bin ‘Abdul ‘Izzi bin Qu -> Shalih bin Kaisan -> Malik bin Anas bin Malik bin Abi ‘Amir -> Abdullah bin Yusuf

[Bab] Surat al Baqarah ayat 144

Telah menceritakan kepada kami Ali bin Abdullah Telah menceritakan kepada kami Mu’tamir dari Bapaknya dari Anas radliallahu ‘anhu dia berkata; ‘semua orang yang pernah shalat menghadap dua kiblat sudah tiada kecuali aku.’ 

Sanad 1 : Anas bin Malik bin An Nadlir bin Dlamdlom bin Zaid bin Haram -> Sulaiman bin Thurkhan -> Mu’tamir bin Sulaiman bin Thurkhan -> Ali bin ‘Abdullah bin Ja’far bin Najih

Tidak ada penghinaan bagi hamba sahaya jika berzina dan tidak diasingkan

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Sa’id Al Maqburi dari ayahnya dari Abu Hurairah bahwasanya ia mendengarnya mengatakan; Nabi Shallallahu’alaihiwasallam bersabda: “Jika seorang hamba sahaya berzina dan jelas-jelas perzinahannya, maka jilidlah, dan jangan diperolok-olok, kemudian jika berzina lagi deralah dan jangan diperolok-olok, kemudian jika berzina untuk ketiga kalinya juallah sekalipun seharga seutas tali yang terbuat dari rambut.” hadits ini diperkuat oleh Isma’il bin Umayyah dari Sa’id dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. 

Sanad 1 : Abdur Rahman bin Shakhr -> Kaisan -> Sa’id bin Abi Sa’id Kaisan -> Laits bin Sa’ad bin ‘Abdur Rahman -> Abdullah bin Yusuf

Sanad 2 : Abdur Rahman bin Shakhr -> Sa’id bin Abi Sa’id Kaisan -> Isma’il bin Umayyah bin ‘Amru bin Sa’id bin Al ‘Ash

Bab: Shalat Sunnah Dilaksanakan Dengan Dua Raka’at Dua Raka’at

Telah menceritakan kepada kami Adam berkata, telah mengabarkan kepada kami Syu’bah telah mengabarkan kepada kami ‘Amru bin Dinar berkata; Aku mendengar Jabir bin ‘Abdullah radliallahu ‘anhua berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda ketika Beliau sedang menyampaikan khathbah: “Jika seorang dari kalian memasuki masjid sedang imam sedang berkhuthbah atau dia telah keluar (kemudian masuk lagi) maka hendaklah dia shalat dua raka’at”. 

Sanad 1 : Jabir bin ‘Abdullah bin ‘Amru bin Haram -> Amru bin Dinar Al Atsram -> Syu’bah bin Al Hajjaj bin Al Warad -> Adam bin Abu Iyas

Jika bersumpah karena lupa

Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abu Iyas telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi dzi’b dari Az Zuhri dari Al A’raj dari Abdullah bin Buhainah, ia menuturkan; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam shalat mengimami kami dan berdiri setelah dua rakaat pertama sebelum duduk, beliau teruskan shalatnya. Selesai beliau mendirikan shalatnya, para sahabat menunggu-nunggu beliau mengucapkan salam, tetapi beliau bertakbir dan sujud sebelum salam, kemudian beliau angkat kepalanya kemudian bertakbir dan bersujud, kemudian beliau mengangkat kepalanya dan mengucapkan salam. 

Sanad 1 : Abdullah bin Malik bin Al Qasyab -> Abdur Rahman bin Hurmuz -> Muhammad bin Muslim bin ‘Ubaidillah bin ‘Abdullah bin Syihab -> Muhammad bin ‘Abdur Rahman bin Al Mughirah bin Al Harits bin Abi Dzi`b -> Adam bin Abu Iyas